Paduan Akademik

Paduan Studi - Sarjana Teologi (S.Th)

Ketentuan Umum

  1. Program Studi yang diselenggarakan adalah program studi Teologi/Kependetaan dengan gelar Sarjana Teologi (S.Th.).
  2. Calon mahasiswa program Sarjana Teologi adalah lulusan SMA atau yang sederajat menurut ketentuan yang berlaku.

Beban Study Mahasiswa

  1. Besarnya beban studi untuk mahasiswa program Sarjana Teologi adalah 153 (seratus lima puluh tiga) sks, termasuk penulisan skripsi dan praktek pelayanan
  2. Bagi mahasiswa pindahan, besarnya beban studi adalah sesuai dengan perhitungan yang dilakukan oleh Kaprodi.
  3. Mahasiswa wajib mengambil semua mata kuliah sesuai dengan ditawarkan dalam jadwal perkuliahan setiap semester. Jumlah maksimal yang dapat diambil mahasiswa dalam 1 (satu) semester adalah 24 sks. Dengan pertimbangan khusus, mahasiswa dapat diberikan pengecualian oleh Kaprodi.

Sistem Akademik

  1. Sistem pendidikan menerapkan Sistem Kredit Semester.
  2. Besarnya beban studi mahasiswa dinyatakan dalam Satuan Kredit Semester (sks).
  3. Tahun akademik penyelenggaraan pendidikan dimulai dari bulan Agustus.
  4. Tahun akademik penyelenggaran pendidikan dibagi dalam 2 (dua) semester reguler: semester ganjil dan semester genap. Hari pertama perkuliahan reguler setiap semester adalah Senin minggu ketiga bulan Agustus dan Senin minggu pertama bulan Februari.
  5. Satu semester sama dengan kegiatan akademik selama 14-16 minggu efektif yang sudah termasuk Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester.
  6. Satu Satuan Kredit Semester (1 sks) setara dengan 50 menit tatap muka
  7. Sistem pembinaan mahasiswa menggunakan pola kehidupan berasrama. Selama masa studi, mahasiswa diwajibkan tinggal dalam asrama kecuali mahasiswa yang sudah berkeluarga.

Tata Nilai

  1. Nilai pada pokoknya diberikan dalam bentuk huruf A, B, C, D, dan E.
  2. Masing-masing nilai ini memiliki angka kualitas
  3. Pelaksanaan penilaian diatur lebih lanjut dalam Sistem Penilaian Akademik Sekolah Tinggi Teologi Perjanjian-Nya Kabanjahe

Pengunduran Diri

  1. Mahasiswa dapat mengajukan permohonan pengunduran diri dengan disertai alasan yang kuat dan sah.
  2. Permohonan pengunduran diri diajukan secara tertulis oleh mahasiswa yang bersangkutan kepada Ketua STT Perjanjian-Nya. dengan ditembuskan kepada semua Pembantu Ketua dan Kaprodi. Keputusan terhadap permohonan pengunduran diri diambil dalam Rapat Senat STT Perjanjian-Nya.
  3. Permohonan pengunduran diri diajukan pada permulaan semester.
  4. Mahasiswa yang mengajukan pengunduran diri atau pemohonannya disetujui ketika perkuliahan telah berlangsung sebanyak lebih dari dua kali pertemuan, akan dianggap gagal (dan mendapat nilai E) dalam semua mata kuliah yang diambil pada semester tersebut kecuali ada pertimbangan khusus.
  5. Mahasiswa berhenti dari statusnya sebagai mahasiswa STT Perjanjian-Nya apabila permohonan pengunduran dirinya disetujui sebagaimana ditetapkan dengan keputusan Ketua STT Perjanjian-Nya.
  6. Mahasiswa yang ditolak permohonan pengunduran dirinya wajib tetap mengikuti kegiatan akademik menurut ketentuan yang berlaku. Apabila mahasiswa yang bersangkutan tidak bersedia menerima dan menjalankan keputusan, maka mahasiswa tersebut dikategorikan telah melanggar peraturan STT Perjanjian-Nya yang dikenakan sanksi pencabutan status kemahasiswaan.

Cuti Akademik

  1. Mahasiswa dapat mengajukan permohonan cuti tidak mengikuti kegiatan akademik minimal satu semester, dan maksimal dua semester.
  2. Mahasiswa diizinkan mengambil cuti apabila ia sudah duduk di Semester III kecuali ada alasan yang kuat dan sah. Keputusan keabsahan alasan yang diajukan mahasiswa diambil dalam Rapat Senat.
  3. Permohonan cuti harus disertai alasan yang jelas dan penting seperti sakit yang menghalangi kuliah, masalah keluarga atau pribadi, masalah keuangan, dan alasan lain yang sejenis.
  4. Permohonan cuti diajukan secara tertulis oleh mahasiswa yang bersangkutan kepada Kaprodi dengan ditembuskan kepada Wakil Ketua Bidang Akademik. Keputusan terhadap permohonan cuti diambil dalam Rapat Senat.
  5. Permohonan cuti diajukan pada permulaan semester.
  6. Mahasiswa yang mengambil cuti ketika perkuliahan telah berlangsung sebanyak lebih dari dua kali pertemuan, akan dianggap gagal dalam semua mata kuliah yang diambil pada semester tersebut kecuali ada pertimbangan-pertimbangan khusus.
  7. Mahasiswa diharuskan membayar biaya perpanjangan (continuation fee) untuk mempertahankan untuk mempertahankan status kemahasiswaannya.
  8. Mahasiswa yang tidak mengajukan permohonan cuti secara tertulis dan/atau tidak membayar biaya perpanjangan (continuation fee) dianggap mengundurkan diri sebagai mahasiswa.
  9. Waktu cuti akademik tetap diperhitungkan dalam penentuan tenggat waktu studi kecuali karena pertimbangan khusus yang diputuskan dalam Rapat Senat.