STT PerjanjianNya

Markus 9:42-50

Seriusnya Neraka

Sebelum kita membahas ayat per ayat, apakah kata ‘neraka’ penting di sini? Ya, penting. Jadi, bisa saja kita membuat judul bacaan kita ini ‘Neraka’. Kalau judul sekarang ini ‘Covid-19’, tetapi dalam bagian yang kita bahas ini adalah ‘neraka’. Jadi, bagaimana menghindarinya? Kalau menghindari Covid-19, kita sudah tahu yakni di rumah saja, pakai masker, cuci tangan, jaga jarak.

            Jadi, manakah lebih serius neraka dengan Covid-19? Kalau Covid-19 akibatnya paling tidak, seperti tidak bisa naik kapal ‘Rubby Princess’ karena didalamnya banyak Covid-19. Kalau tentang hal ini, banyak orang mudah membacanya karena semua orang sedang menghindarinya karena bisa membahayakan hidup dan masing-masing tahu resikonya. Itulah sebabnya kalau kita baca-baca saja bagian ini, pasti nantinya kita akan mengerti. Jadi, lebih baik kita buat saja judulnya, ‘neraka’. Mengapa? Karena memang tentang itu yang dikatakan di sini dan murid-murid harus diajari tentang hal ini.

            Murid-murid belum pernah belajar tetang hal ini sama seperti kita saat ini belum pernah kita mengalami ‘Covid – 19’ mulai Desember tahun 2019 sehingga ada pelajaran kita yang baru selama hidup di bumi. Hari ini kita jumpa hal ini dan temanya juga sama yakni ‘harus menghindar’.

42  “Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatka

n pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.

43  Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan;

Dalam bagian ini, apakah yang dikatakan cara untuk menghindari neraka itu? Jawabnya adalah “penggallah!” Jangan kita segan-segan melakukannya sama seperti menghindari ‘Covid -19’ yaitu dengan  jaga jarak, di rumah aja, dll, tetapi kalau ini berbeda sedikit, tetapi hasilnya sama juga yakni supaya tidak  masuk dengan neraka itu.

            karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam nerak

a, ke dalam api yang tak terpadamkan;

Kata ‘lebih baik’ adalah perbandingan. Sama seperti kita mudah mengerti pernyataan ‘Lebih baik tinggal di rumah daripada terkena Covid -19, karena ngerinya neraka itu. Dijelaskan juga bahwa neraka itu adalah ‘api yang tak terpadamkan’.

44  (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.)

Inilah penjelasan yang pertama tentang ‘neraka’ itu. Jadi kata ‘penggallah’ menunjukkan bahwa neraka ini lebih serius dari ‘Covid -19’.

45  Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka;

Di bagian ini kata ‘penggallah’ tetap dipakai untuk menghindar dari neraka itu. Jadi, tidak ada tangan dan sekarang tidak ada kaki.

46  (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.)

Di sini diulangi lagi tentang keadaan neraka itu. Jadi kalau anda tidak percaya, silahkan uji coba saja ke sana. Nah terus kalau s

udah sampai di sana, akibatnya ‘tidak bisa kembali lagi’ dan inilah yang jadi masalah. Sebagaimana Covid-19 kalau sudah terkena, hal inilah yang kita takuti, tidak bisa coba-coba. Tentang neraka ini juga dalam bagian ini sudah diperingatkan sampai 3 kali.

47  Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka,

48  di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam.

            Kita semua tentunya sudah setuju bahwa hal-hal yang penting biasanya diulangi sampai 3 kali, sebagaimana Yesus nantinya akan memperingatkan tentang kematian-Nya sampai 3 kali. Ini artinya sudah cukup penting dan harus diperhatikan. Hanya saja, adakah orang yang mau dicungkilkan matanya supaya tidak masuk neraka?

            Kita tentunya ingat dengan seorang Pemuda yang ganteng di alkitab, berambut panjang (Karena begitu memang modelnya pada saat itu, ka

rena dia seorang najir, tidak boleh potong rambut) yang sangat menyukai seorang wanita bernama Delila, namanya Simson. Tentu kita sudah tahu kisah cintanya dengan Delila. Tuhan sangat sayang pada Simson sehingga Tuhan sendiri yang suruh supaya matanya dicungkilkan, supaya jangan masuk dalam neraka, sehingga tidak bisa lagi nanti dia masuk ke neraka oleh karena ditipu oleh gadis-gadis cantik orang Filistin. Jadi dalam hal mata dicungkil sudah pernah terjadi dalam alkitab, namun dalam hal tangan dan kaki dipenggal belum pernah kita dengar atau baca dalam alkitab  pernah terjadi, karena kalau kaki dipenggal, nantinya tidak bisa lagi dia berjalan, tetapi kalau mata yang dicungkil, masih bisa dia berjalan.

            Jadi hal mata dicungkilkan sudah pernah terjadi di alkitab karena dia membukakan semua hal yang telah dilarang Tuhan dan memang Simson ini sangat senang sekali melihat anak gadis palestina. Sudah berulangkali Tuhan peringatkan, namun terus diulangi, jadi kalau tidak dicungkil matanya, akan terus nantinya merajalela dosanya itu, yang mengakibatkan dia nantinya tidak jadi menjadi najir dan tidak bisa masuk ke dalam kerajaan Allah. Akhirnya dicungkillah matanya dan akhirnya juga berhentilah dia berbuat dosa.

            Di dalam rumah tahananlah, Simson mulai berdoa dan Tuhan menjawab. Tuhan kembali memberi rambutnya panjang dan Allah kembali mengasihinya dan kembali memberinya kuasa.

            Kalau begitu, tentunya kita bisa mengerti, bahwa betapa seriusnya neraka itu. Jadi, kalau pun kita katakan tidak serius berbuat dosa itu, tetapi alkitab mencatat bahwa serius sekali berbuat dosa itu.

            Bagian alkitab tentang neraka ini tidak kita eksegese sebab ini serius, supaya jangan nanti eksegesenya anda ingat tetapi tentang c

ungkil matanya tidak anda ingat.

            Sama seperti pemuda-pemuda sekarang ini yang sudah melayani kalau terus matanya mata keranjang jika melihat wanita-wanita cantik, biar bagaimanapun sebentar lagi akan datang Delila, sehingga tidak lagi  dapat dihalangi dan pada akhirnya harus cungkil mata dan akhirnya barulah  berhenti. Jadi Allah sangat mengasihi Simson supaya dia tidak masuk neraka sehingga diizinkan Tuhan matanya dicungkil, bukan dibunuh, sebab mana yang menimbulkan dosa, itulah yang dibuang, jadi tidak perlu dia dibunuh. Sebab jika bukan kakinya yang berbuat dosa itu, matanya saja yang berbuat dosa, ini sajalah yang perlu dicungkil, sehingga dia tidak jadi ke neraka dan tidak terus-terus mengalami hal yang sedemikian ngerinya.

            Perlu anda ketahui supaya jangan salah pengertian, misalnya karena kita biasa berjudi, lantas kita memenggalnya, bukan demikian. Nantinya kita tidak bisa lagi pergi ke ladang bekerja untuk mencari makan. Tetapi kalau-un dipakai kata ‘penggallah’ ini menunjukkan bahwa hal ini ‘serius’. Sebagaimana Covid-19 itu juga serius, seperti penerbangan pun dibatasi, di rumah saja, dll. Ini kalau dilanggar akan menimbulkan perpisahan air dengan beras, ataupun perpisahan tubuh kita dengan roh, atau kematian secara jasmani sedangkan kalau dosa ini, apa yang kita dapat atau bagaimanakah jadinya? Jawabnya adalah neraka.

            Nah sekarang, bagaimanakah tentang neraka ini? 3 kali sudah dikatakan sehingga cukup jelas bagi kita walaupun tidak dijelaskan. Jadi, seandainya bisa, janganlah kita sampai ke neraka, bukan? Dan Tuhan Yesus-pun tentu berharap sekali supaya kita tidak ke neraka, sehingga apapun Dia bersedia bayar, Nyawa-Nya–pun bersedia Dia serahkan supaya kita orang berdosa ini tidak masuk ke neraka.

            Jadi, kalau Allah begitu serius, maunya seimbanglah kita dengan Tuhan, jangan maunya seperti Simson harus dicungkil dahulu matanya. Ini-lah yang menjadi permasalahan sehingga banyak pertanyaan orang, ‘bagaimanakah supaya lepas dari dosa?’ Jawabnya adalah karena ‘dia tidak serius’. Apakah kalau serius bisa lepas? jawabnya ‘bisa’ kenapa tidak? Jadi jawabnya sangat jelas, karena kurang serius–lah makanya seseorang jatuh ke dalam sorga.

            Serius sekali kita bukan menghadapi Covid-19 sampai berbulan–bulan dipenjarakan di rumah, hanya untuk menghindari kematian secara jasmani, tetapi menghindari kematian yang bisa membawa sampai ke neraka, inilah kita yang tidak begitu serius. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengatakan kepada mereka bahwa apa saja yang menyesatkan kamu sehingga  keluar dari kerajaan Allah dan tidak masuk ke dalam kerajaan kekal atau neraka, hindarilah itu.

            Jadi, sekarang hindarilah. Tadinya  tangan, lalu kaki dan skarang mata. Menurut anda, mana paling sering berbuat dosa, tangan, kaki atau mata? Jawabnya, bisa kita bertanya pada Simson, apa yang paling membuat dia sering jatuh ke dalam dosa, kemudian tanya Adam dan Hawa, dimana Hawa ‘melihat’ buah itu. Itulah sebabnya, ‘awas mata kita itu’ .Kalau begitu, setujukah kita bahwa mata ini yang paling sering berbuat dosa?

            Itulah sebabnya filosofi yang dipakai pak pendeta ini ketika dia di Tibet, gambar mata–lah yang paling banyak ditampilkan di televisi mereka. Ketika hendak masuk ke suatu siaran, gambar mata-lah no 1. Itulah sebabnya juga di dalam istilah komputer dipakai kata ‘windows’ karena dari win

dows kita dapat masuk ke dalam seluruh program, begitu juga dengan mata. Dari matalah pintu untuk masuk ke dalam hati manusia dan kemudian diproses sehingga keluarlah markus 7 ayat 21, dari hati keluar serakah, iri hati, dll.

            Bagaimana dengan ‘youtube’, mata jugakah ini? Bagaimana dengan menonton film porno, dari matakah atau dari mulut awalnya? tentu mata juga. Mata keranjang dari mana? Dari mata juga. Kalau yang najis dari mana? Dari mata juga. Sehingga benarlah apa yang diperbuat Allah kepada Simson, supaya dia selamat, Tuhan cungkilkanlah matanya. Roh Kudus kiranya mengingatkan kita hal ini supaya kita mengingat juga bagaimana ujungnya, yakni neraka.

            Bagaimana neraka itu? Sudah dijelaskan-Nya 3 kali. Itulah juga sebabnya Tuhan Yesus datang untuk melayani kita. Seperti dikatakan bahwa Anak Manusia datang untuk melayani dan menyerahkan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang, supaya  kita tidak masuk ke dalam neraka yang diajarkan-Nya ini.

            Sekarang mari kita renungkan, adakah tangan kita berbuat dosa? Karena ini yang pertama. Kata ‘penggallah’ maksudnya adalah lebih baik. Dan adakah kaki kita berbuat dosa, misalnya selalu gatal kakinya itu kalau sudah berada di rumah, sehingga keluar dia untuk mencari dosa.

            Tuhan menciptakan manusia dengan baik, tetapi kalau yang baik ini telah membawa mereka ke dalam neraka, lebih baik-lah dipenggal. It

ulah sebabnya 1 kata perlu dalam menyikapinya yaitu ‘serius’ dalam menghadapinya, jadi bukan berarti kita penggal kaki kita sehingga kita tidak memiliki kaki lagi, bukan ini yang dimaksudkan, melainkan seriuslah!

            Selanjutnya, apakah mata kita selalu berbuat dosa? Misalnya kalau ada yang mencuri, bagian yang manakah yang salah dalam hal ini? Apakah mata, kaki atau tangan? Tentu jawabnya adalah ketiga-tiganya.

            Jadi tentang neraka ini dalam bagian ini sampai 3 kali diulang-ulang Tuhan Yesus artinya bahwa Tuhan Yesus serius menasehatkan murid-murid-Nya supaya jangan masuk neraka, dan lebih serius lagi Dia mengingatkan supaya orang-orang ini jangan ke neraka. Itulah sebabnya Anak Manusia datang untuk melayani orang supaya dosa mereka dapat diampuni yaitu dengan menyerahkan nyawa-Nya, mati supaya dosa kita diampuni dan sesudah dosa kita diampuni, jagalah supaya jangan lagi dosa ini membawa kita ke dalam neraka. Dalam menghindari dosa –pun harus serius menghadapinya, dan dari sisi Allah-pun, Allah itu sangat serius. Itulah sebabnya dikatakan tidak mungkin tidak ada neraka dan sorga.

49  Karena setiap orang akan digarami dengan api.

50  Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain.”

Jadi dalam bagian ini kita tidak bahas tentang garam dan api, tapi satu kata yang mau kita pegang adalah kata ‘neraka’, supaya jelas sekali apa yang dimaksudkan Tuhan dalam hal ini. Anda mungkin telah tahu cerita tentang ‘anak yang hilang’. Cerita ini adalah tentang gambaran tentang Allah. Dimana ada seorang anak yang minta harta dan mau pergi, dan bapanya mau membagikannya. Inilah sifat Bapa yang kita kenal, yakni ‘mengizinkan’. Apakah sang Bapa ini tahu bahwa anaknya ini akan binasa?  Jawabnya, ‘tahu’.Tapi, kalau itu sudah kehendak anaknya.Itulah sebabnya dikatakan,’barangsiapa mengikut Yesus, tidak mau memikul salibnya, tidak bisa jadi murid-Ku. Mengapa tidak bisa? Karena Kitab keluaran sudah menunjukkan bahwa mereka telah keluar dari perbudakan Mesir tetapi hati mereka masih lengket ke Mesir, belum ada kebebasan mereka untuk mengambil keputusan secara pribadi. Jadi, Allah menunggu keputusan manusia ini untuk diambil secara pribadi, secara sehat, secara waras dan secara pengertian yang benar supaya dia tidak menyesal nantinya.

            Itulah sebabnya anak yang hilang itu ketika sudah jauh apakah yang membuatnya berbalik? Akhirya keluarlah pernyataaan dari dia, ‘di rumah bapaku lebih baik’. Kalimat inilah yang nomor satu keluar dari alkitab. “Bersama dia lebih baik daripada di kandang babi ini aku kelaparan”. Kalau sebelumnya dia tidak merasa lebih baik di rumah bapanya, itulah sebabnya dia mau meninggalkan rumah bapanya. Jadi cerita Lukas pasal 15, inilah sifat Allah pencipta langit dan bumi dan inilah sifat Yesus Kristus, juru selamat kita memberi kebebasan. Itulah sebabnya dikatakan, ‘barangsiapa’, bukan dipakasa-Nya dan bukan dibujuk-Nya kita dengan berseru. ‘Hei, siapa yang mau menerima Yesus’ bukan begitu dikatakan-Nya.

            Kalau anda sudah meninggalkan kandang babi, pikirkanlah kembali ke rumah bapamu, kalau itu lebih baik. Itulah sebabnya dikatakan ‘lebih baik’. Lebih baik tidak bertangan, tidak berkaki, tidak bermata daripada seutuhnya lengkap tetapi dimasukkan ke dalam api neraka, supaya jangan kita berpikir bahwa ‘aku punya hak’. Memang pada dasarnya kita diberi Tuhan ‘hak’ yang mana kita mau pilih, tetapi supaya jangan menyesal sudah diberitahu.

            Itulah sebabnya dalam cerita anak yang hilang itu tidak dikatakan bapanya, ‘melarat kamu nanti’ ketika dia berangkat. Tetapi dalam cerita neraka ini dikasih tau apa akibatnya? Mengapa dikasih tahu? Karena tidak bisa lagi diulangi, itulah sebabnya diulangi sampai 3 kali. Karena tidak bisa diulangi sesudah neraka, balik lagi ke dunia supaya di dunia betul-betul mengikut Allah. Itulah sebabnya hari ini kita punya kesempatan untuk memikirkan seriuskah ini atau tidak? Kalau tidak, mengapa Tuhan mengizinkan aku pergi dan tinggal di kandang babi, dan mati, masuk neraka selama-lamanya? Pasti Tuhan jawab, “ke sorga pun nanti kamu akan tetap berbuat dosa dan tidak ada sikap yang benar”.

            Itulah sebabnya dikatakan, “barangsiapa yang tidak mau memikul salibnya, dia tidak bisa mengikut Aku dan tidak bisa menjadi murid-Ku karena sudah banyak dibuat Allah bagi mereka, yakni mereka diberkati, tetapi melawan juga, akhirnya merusak kerajaan Allah dan kini ada kebebasan kita. Kebebasan kita adalah memilih ‘kudus di hadapan Allah’ atau kita pandang enteng terhadap ‘berbuat dosa’.

            Itulah sebabnya, sudah jelaskah neraka dijelaskan di bagian ini? Jawabnya ‘jelas’ sehingga sampai diulangi sampai 3 kali. Markus rajin menjelaskan tentang neraka. Kalau anda baca di kitab lain, tidak ada sejelas ini. Dalam  beberapa ayat 3 kali diungkapkannya tentang neraka dan bagaimana tentang keadaan neraka itu sehingga bolehkah kita menghindar dari neraka itu supaya kita tidak masuk ke dalamnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *