MARKUS 2 : 1-11 (ORANG LUMPUH DISEMBUHKAN)

Jadi kalau ada orang bertanya, mengapa kamu berani berkata bahwa kamu mengenal Allah? Jadi bisa kita beri jawabannya adalah karena Dia pernah datang ke dunia. Satu orang-pun tidak pernah naik ke sorga selain Dia yang datang dari sorga. Itulah sebabnya kita berani berkata ada sorga karena Allah kita ini berasal dari sorga dan Dia kembali lagi ke sorga.

            Mari kita baca cerita di bawah ini supaya kita dapat mengenal siapa Allah ini.

1 Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah.

            Jadi, di sini langsung kita jumpai kata ‘Yesus’, kali ini Dia tinggal di rumah.

2  Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka,

Di ayat ini, dikatakan ada banyak orang  bahkan sampai di muka pintu –pun tidak ada tempat. Kalau Yesus sebenarnya tidak suka rame-rame, tapi inilah situasinya saat ini.

3  ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.

Dalam bagian ini dikatakan bahwa keinginan orang bukan saja hanya untuk mendengar Firman Allah, melainkan karena dia sakit-lah sehingga dia pergi melihat Yesus. Ini lain lagi keperluannya  karena ada sakitnya, dan dia dibawa kesana oleh temannya yang sakit itu.

            Sebelum kita lanjutkan ke ayat berikutnya, kalau pernah membaca cerita ini secara keseluruhan sampai selesai, siapakah Yesus itu menurut anda? Dan kalau anda baca, berapa banyak orangkah yang datang ke depan Yesus dan berapa jeniskah orang yang datang ke situ? Sebab kedatangan Tuhan Yesus ke bumi, tidak bisa tidak tujuannya adalah supaya kita mengenal Allah itu. Siapakah Yesus menurut anda di sini? Anda bisa menjawabnya masing-masing.

            Biar bagaimanapun kalau untuk orang lumpuh ini, dia akhirnya sudah bisa berjalan  kemudian dia sudah bisa berjumpa dengan Tuhan Yesus. Siapa lagikah yang lain yang Tuhan Yesus jumpa? Jawabnya adalah orang banyak. Lantas kalau bagi orang banyak bagaimana? Kalau bagi orang banyak tentunya adalah didengarnya Firman Allah itu. Siapakah lagi yang lain yang Yesus jumpa? Artinya bahwa siapapun yang hadir di situ, pasti ada anggapannya tentang sipakah Yesus ini.

4  Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.

            Jadi sesudah yang keempat orang ini membawanya ternyata tempat tidak ada tempat bagi mereka. Mengapa mereka harus tetap berusaha membawanya menjumpai Yesus? Jadi jawabannya adalah karena mereka mempunyai pengertian saat itu, jika tidak langsung bertemu Yesus, maka yag sakit itu tidak bisa sembuh.Kalau dalam cerita alkitab yang lain, ada juga diceritakan tentang seorang yang akhirnya percaya bahwa hambanya  akan sembuh jika Yesus mengatakan sepatah kata. Tetapi, kalau yang membawa orang lumpuh dan orang lumpuh  ini  belum sampai pengertiannya  ke situ, itulah sebabnya sampai begitu padatnya pun orang di rumah itu, mereka berjuang untuk menemui Yesus.

5  Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”

Jadi yang datang ini diperhatikan Yesus imannya. Inilah juga tandanya Dia adalah Allah, sebab Dia melihat imannya.

            Mengapa duluan dikatakan Yesus ‘dosamu sudah diampuni?’ Karena memang dia sakit karena dosanya. Jadi ternyata bagi orang yang sakit karena dosanya, Yesus jelas berkata. “Dosamu sudah diampuni!”. Jadi beranikah kita mengatakan, “dosamu sudah diampuni?”

            Siapakah yang mendengar ketika Yesus berkata, “dosamu sudah diampuni?” Tentunya semua orang mendengar waktu itu, orang yang sakit lumpuh itu mendengar, yang membawanya juga mendengar. Dosanya sudah diampuni. Jadi, dosa orang yang sakit ini sudah diampuni sewaktu dia berjumpa dengan Tuhan Yesus.

            Orang yang membawa yang lumpuh ini sampai membuka atap rumah itu sebab yang merupakan pernantian mereka sudah berada di depan mata, ada kepastian dalam hati mereka kalau dibawa ke Tuhan Yesus, pasti sembuh dan kini, Yesus telah berkata, “dosamu sudah diampuni.” Jadi, kalau anda katakan, “mudah-mudahan”, artinya anda sudah berbuat jalan anda sendiri, ini namanya tulus tetapi tidak lagi berdasarkan jalan kebenaran, ini artinya anda sudah berbuat jalan sendiri.

            Adakah seperti ini dikatakan Tuhan Yesus? Jadi, kalau bukan seperti itu yang dikatakan Tuhan Yesus artinya sudah anda yang buat agama anda sendiri seperti Adam, dibuatnya agamanya sendiri dari daun ara. Anda pun demikian, anda buat sendiri agama anda. Tuhan nanti yang akan mengetahuinya. Yang seperti ini tidak diterima oleh Allah. Sebab di sini sudah jelas dikatakan, “hai anak, dosamu sudah diampuni!”

            Jadi, kalau begitu perkataan Tuhan Yesus, mari kita ikutkan kalau tidak-pun boleh tapi ingatlah anda sudah membuat agama anda sendiri. Yang diterima Allah adalah “dosamu sudah diampuni!” Daun ara tidak diterima, persembahan Kain pun tidak Dia terima.

6  Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:

7  “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”

            Ada satu lagi di sini dikatakan, yakni ada orang-orang Farisi. Mereka adalah orang –orang yang mengerti tentang hukum taurat dan mereka inipun ikut kumpul di situ. Jadi, jemaat di sini banyak sekali coraknya. Jadi ada yang beranggapan di antara mereka bahwa Yesus ini menghujat  Allah, sebab menurut mereka siapa yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah sendiri..

            Jadi, kita sudah jelas mempelajari kalau kita ini sudah berbuat dosa dan membuat jalan sendiri, maka tidak ada manfaatnya apa yang kita lakukan untuk memperbaikinya, sebab siapakah yang dapat mengampuni dosa selain dari Allah sendiri. Ini memang benar. Faktanya, memang benar bahwa Allah sendiri yang dapat mengampuni dosa. Itulah sebabnya ketika Adam dan Hawa dibuat mereka jalan mereka sendiri dengan membuat daun-daun pohon ara  dan hal ini jelas tidak dapat mengampuni dosa mereka.

            Begitu juga dengan dosa Kain dimana dibawanya hasil kebunnya yang paling bernilai menurutnya dan itupun tidak dapat menghapus dosanya karena Allah saja yang dapat menghapus dosanya.

            Kalau dalam Perjanjian lama kita menemukan cerita tentang Kornelius dimana Allah sudah mendengarkan doanya dan juga sudah menerima persembahannya dan juga sudah berjumpa dengan malaikat dan yang lainnya, dia juga dikenal sebagai orang saleh, namun semua hal ini tidak dapat menghapus dosanya.

            Demikian halnya juga dengan cerita pemuda kaya yang menjumpai Tuhan Yesus dan bertanya. “bagaimanakah supaya bisa masuk ke dalam kerajaan Allah, dan jawaban Yesus adalah, “apakah yang dikatakan hukum taurat padamu?” dan pemuda itu menjawab, “jangan membunuh, jangan mencuri, dsb.” Pemuda ini mengaku bahwa mulai dari kecil dia telah melakukan itu. Lantas Yesus meneruskan, “Kalau engkau ingin masuk ke dalam kerajaan sorga, hanya satu lagi kekuranganmu, juallah hartamu berikan kepada orang miskin dan ikutlah Aku”. Pemuda itu akhirnya kecewa sebab banyak hartanya.

            Dalam ayat 7 ini tentunya dapat kita kaitkan dengan Yoh 14 : 6, “Akulah jalan dan kebenaran dan Hidup”. Tuhan Yesus saja yang dapat mengahapuskan dosa. Marilah kita selidiki hati kita dan renungkan bagian ini.

            Jadi, dari ayat ini jelas kita mengetahui bahwa tidak semua orang yang datang kepada Yesus itu bersih motivasinya untuk mengenal Allah.

8  Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?

Kalau tadi untuk orang lumpuh, Yesus melihat imannya, tetapi di ayat ini Yesus mengetahui dalam hati-Nya. Jadi, sekarang inipun, seandainya berbeda yang anda pikirkan dengan apa yang dipikirkan Tuhan Yesus, maka dia pun akan bertanya, “mengapa begitu pemikiranmu?” Jadi, tidak bisakah langsung Ku katakan dosamu telah Ku ampuni ?”

9  Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?

Yesus boleh mengajar. Dia bertanya kepada orang Farisi, karena orang Farisi ini percaya pada hukum taurat dan mereka juga tahu bahwa Allah saja yang dapat mengampuni dosa. Yang menjadi pertempuran dalam hati orang Farisi ini adalah sebab Yesus ini datang ke Kapernaum sementara Dia orang Nazaret. Mungkinkah ini Dia ?

            Jadi ada 2 pilihan, tetapi yang manapun tidak bisa dilakukan orang Farisi ini, mengampuni dosa-pun tidak bisa, membangkitkan orang lumpuh-pun tidak ada kuasanya.

10  Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa”  —  berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu  — :

            Yesus selalu pakai kata ‘Anak Manusia’ sebab Dia tinggal di bumi dan hidup di tengah–tengah manusia. Itulah sebabnya dikatakan kalau Dia tidak datang, maka tidak ada jalan ke sorga. Entah apalah yang anda pikirkan ketika membaca tentang ini yakni ‘Allah menjadi manusia. Pikirkanlah! Mungkin baru ini anda mendengar yang demikian sama seperti situasi sekarang, pasti anda tidak pernah dengar dan alami Covid-19 sejak dunia dijadikan.

            Mengapa sulit mengerti? Karena semenjak Adam  dan Hawa belum pernah didengar Allah jadi manusia. Tapi, ini akan jauh lebih sulit seandainya manusia menjadi Allah, tetapi Allah menjadi manusia, tidak kita terima. Anda –lah yang memikirkan dalam hati sebab orang Farisi ini-pun demikian.

            Ketika Yesus membuat pilihan kepada orang Yahudi itu, mereka tidak menjawabnya karena tidak pernah terjadi selama ini, sebab keseringan kita hidup, sejauh pengalaman kita saja kita berani menyampaikannya.

            Itulah sebabnya ditambahi Allah pengertian kita dalam abad ini. Abad yang bisa saja kita pergi kemana saja, bisa ke Itali, ke Amerika, tetapi setelah Corona Virus berada di dunia, bahkan negara paling ujung yakni New Zealand pun sudah sampai virus ke sana karena sudah dibawa kapal terbang.

            Mungkin kita sendiri akan berkata, ‘tak pernah kudengar Allah menjadi manusia. Tidak, Tetapi jika kita tidak menerima Yesus jadi manusia, kemanakah kita? Kita pun tidak tahu lagi jalan ke sorga.

11  “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”

Bagaimanakah dibuat Yesus kepada mereka Kalau ayat sebalumnya dikatakan, “dosamu sudah diampuni” sedangkan yag ke dua ini, “bangunlah, angkatlah, pulanglah…..”

            Jadi, apa yang dikatakan Tuhan Yesus itu pasti jadi. Tuhan berkata, “Jadilah terang”, maka terang itu pun jadi.

            Jadi, jelas kita tahu bahwa Anak Manusia telah berkata, “dosamu sudah diampuni”. Jelas sekali, siapapun tidak mungkin melakukan ini selain Anak Manusia. Itulah sebabnya dikatakan, “bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa”

            Jadi, kalau anda katakan ‘nanti’ setelah mati nantinya kita tahu ke sorga atau neraka, berarti anda telah memuat agama anda sendiri dan anda telah membuat kebenaran anda sendiri dan anda tidak tahkluk pada kebenaran Allah.

            Bukankah di dalam Dia ada perjamuan kudus, paskah. Bukankah apa yang Dia katakan itu jadi? Dia–pun tertunduk di kayu salib menunjukkan dia adalah Anak Allah yang dapat mengampuni dosa di dunia ini?

            Itulah sebabnya anda dan saya, bisa saja anda tukarkan kebenaran ini seperti Adam dan Hawa. Bukankah akhirnya mereka merasa bahwa lebih mantap kulit binatang yang disediakan Allah untuk pakaian mereka? Jadi, baju kita mula-mula adalah kulit domba, kalau di Tibet, para gembalanya masih memakai baju dari kulit domba dan memang sangat hangat.

            Yang menjadi pertanyaan adalah Siapakah Yesus itu? Dimanakah Dia bisa mengampuni dosa? Jadi seandainya datang tadinya orang lumpuh, dan motivasinya tidak murni dan sudahpun dia diturunkan dari atap rumah sampai menimbulkan kerugian, tentu rugi juganya yang empat orang tadi kalau akhirnya dia tidak juga mengenal Yesus.

            Anda dan saya, sudahkah anda mendapatkannya? Kalau kita kembali ke ayat 7, sebenarnya Tuhan Yesus tidak menghujat Allah, melainkan ‘Dia adalah Allah’ sebab tidak ada seorang-pun yang dapat mengampuni dosa dan menyembuhkan fisik kita ini. Jadi, sekarang ini juga dosa anda dapat dihapuskan jika anda datang pada Yesus. Mujizat itu tujuannya supaya kian panjang umur kita, sebab bumi ini penuh, kalau banyak langsung yang mati, kita pun akan takut.

            Bisakah kita mengenal Yesus yang berkuasa mengampuni dosa? Bisakah kita juga mengenal Dia adalah Allah yang dari sorga dan akan kembali lagi ke sana? Bisakah anda melihat bahwa anda telah membuat kebenaran sendiri di dunia ini, tetapi ketahuilah bahwa ‘Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa’.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *