STT PerjanjianNya

Soteriologi

SOTERIOLOGI

Soteriologi adalah mata pelajaran gambaran keselamatan mulai dari taman Eden, bagaimana keselamatan Adam dan Hawa. Kalau kita Gereja pasti kita mengerti keselamatan itu mulai dari “hari ini telah lahir bagimu juruselamat”. Dari sini kita mengerti mulai dari taman Eden sudah ada keselamatan.

Ilmu Soteriologi ini di mulai oleh salah satu orang Jerman. Di mulai nya keselamatan mulai dari Adam dan Hawa, karena dalam Alkitab ini keselamatan mulai di jelaskan dalam Kejadian pasal 3 sampai dengan kitab Wahyu pasal 21 waktu langit yang baru dan bumi yang baru akan datang.

Umumnya Gereja tahu bahwa keselamatan ada saat Yesus lahir ke dunia.                                                          

Kejadian 3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”

3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,

3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”

3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati,

3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”

3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.

Dalam kejadian 3:1-6 boleh kita katakan itu adalah pencobaan Adam dan Hawa, dalam hal melanggar perintah Tuhan. Tuhan katakan jangan makan buah ini, tetapi dia makan. Dalam 1 Yohanes 3:4 dikatakan segala dosa ialah melanggar firman Tuhan.

Jadi Adam dan Hawa bukan makan buah ini dosanya tetapi dia melanggar Firman Tuhan, itulah yang menjadi alasan sehingga Adam dan Hawa ini sudah berbuat dosa, karena semua pelanggaran Firman Allah adalah dosa.

Jadi pencobaan dalam Alkitab itu ialah melanggar Firman Tuhan. Firman Tuhan yang di langgar oleh Adam dan Hawa adalah jangan makan buah batang kayu ini, yang ada di tengah-tengah taman ini,tetapi pohon yang lain boleh kamu makan, tapi yang satu ini jangan. Jadi pencobaan Adam dan Hawa di sini ialah jangan makan buah pohon ini (ayat1-6).

 Jadi siapakah si pencoba ?si pencoba ialah ular

Bagaimana pencobaan itu bisa terjadi ? yang pertama adalah datang dia menjumpai si Adam dan si Hawa di taman Eden, baru di kutipnya beberapa Firman Tuhan, baru di sanggah oleh si ular ini, dikatanya sekali kali kamu tidak akan mati,tetapi kamu akan menjadi sama dengan Allah tahu tentang yang baik dan yang buruk (ayat 5).

Jadi sampai saat ini prinsip pencobaan tidak pernah berubah,apakah pencobaan itu dari diri kita sendiri, ataukah pencobaan itu dari luar,dari teman, Cuma satu tujuannya yaitu supaya kita tidak mempercayai apa yang dikatakan Allah itu akan jadi.

Jadi ayat 1-6 itu bisa dikatakan jatuhnya manusia kedalam pencobaan, dan dia mempercayai apa yang dikatakan oleh iblis dan tidak lagi mempercayai apa yang dikatakan oleh Allah.

Jadi setiap kita melanggar Firman Allah itulah artinya dosa.

Pencobaan itu ialah membawa kita untuk tidak mempercayai apa yang di katakana oleh Allah.

3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

Ayat 7-8 boleh kita katakan akibat. Kalau dalam kitab Roma dikatakan akibat Dosa ialah kematian, tapi disini belum sampai pada kematian.

Jadi ayat 7-8 ialah akibat dalam hidup Adam sesudah ia mempercayai apa yang di katakana oleh Iblis dan tidak lagi mempercayai apa yang di katakana oleh Allah.

Apa yang dialami oleh Adam dan Hawa ini?

  1. Ada mata, jadi mereka melihat bahwa mereka tidak lagi berpakaian. Tadi fungsi mata melihat buah pohon yang bisa di makan tetapi fungsi matanya sekarang melihat bahwa mereka itu telanjang, lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. Jadi matanya Adam dan Hawa adalah mata untuk melihat yang jahat. Dilihatnya langsung ada kekurangannya, jadi matanya bukan lagi mata yang melihat kemuliaan tapi mata melihat kengerian hidup, makanya dia langsung merasa kurang dalam hidupnya. Jadi berdosa bagi Adam ialah hilang kemuliaan yang tadi sempurna itu menjadi tidak ada, berubah mata mereka melihat ketelanjangannya dalam dunia dimana tadinya dia begitu sempurna,di taman Eden taman berbahagia, matanya masih murni suci, dan sekarang matanya sudah berubah menjadi mata yang melihat kekurangan. Ada kesadaran mereka, maka mereka berusaha menutupinya. Makanya setiap orang yang berbuat dosa pasti dia berusaha menutupinya. Seperti Daud, sesudah ia berbuat dosa beruhasa kali dia untuk menutupinya supaya jangan ketahuan rahasianya, demikian juga si Kain waktu dia sedang membunuh si Habel.

Ayat 8 dikatakan Tuhan mengunjungi mereka ke taman Eden. Bisa kita lihat bahwa Tuhan masih mengunjungi orang berdosa. Dalam PB dikatakn Yesus mengunjungi rumah orang berdosa.

3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?” inilah tindakan Allah, masih mencari orang berdosa tadi. Tuhan tau dimanan mereka, Tuhan juga tahu bahwa mereka sudah makan buah pohon itu, tapi Tuhan mau mengajak supaya terjadi persekutuan dengan Dia. Inilah inisiatif Allah mencari Adam dan Hawa supaya berjumpa dengan Dia, karena Adam dan Hawa diciptakan Allah sepeta dan seteladanan dengan Allah supaya manusia ini tadi kembali kepada Allah pencipta-Nya.

Karena di luar Allah dia bersembunyi, dia kurang, dan Tuhan tau itu mereka akan senantiasa berada dalam kekurangan, dan mereka akan berusaha menutupi kekuarangannya, itulah sebabnya makan Allah bertindak “dimanakah engkau” karena Allah mau memperbaiki hubungan yang sudah rusak di buat Adam terhadap Allah.

3:10 Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.” Muncul ketakutannya jumpa dengan Allah, karena memang sudah bersalah. Dimana salahnya? Melanggar Firman Allah.

3:11 Firman-Nya: “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?” 3:12 Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Pada saat mereka memakan buah itu Iblis tidak mengatakan mereka akan merasa kurang.

Maka waktu kita merencanakan berbuat dosa tidak di bilangnya akibat dosa kita, tapi di sembunyikannya. Maka setiap kali orang berbuat dosa terasa dia ada yang kurang.

Dari ayat 12 terlihat bahwa Adam mendengarkan suara si Hawa.

3:13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.” Dalam bagian ini bisa kita lihat sudah mulai masuk pengadilan Tuhan. Jadi tadi pencobaan, (7-8) dan sekarang datang Tuhan mengadili mereka.

Diadili satu persatu, jadi orang berdosa diadili satu persatu. Mulai dari Adam sampai ke Hawa dan sesudah itu diadili lagi lah si ular 3:14 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.

Inilah hukuman sudah langsung jatuh kepada ular, jadi ular ini kemungkinan dulu mempunyai kaki dan berjalan, sesudah ular jatuh kedalam hukuman ia sudah berjalan dengan perutnya.

3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”

Inilah mulai matahari mulai terbit, inilah namanya cikal bakal soteriology dimana Allah sudah bernubuat menyatakan bahwa keturunan perempuan ini akan terjadi permusuhan dengan keturunan ular itu, dan disinilah di ungkapkan kerununannya akan meremukkan kepalamu dan engkau akan meremukkan tumitnya. Ini nubuatan dimana nantinya di bukit Golgota, Kristus mati di kayu salib, tetapi disanalah kekuatan musuh sudah di remukkan. Bangkit Yesus di antara orang mati terjadilah. Inilah permulaan berita Injil diberitakan dalam taman Eden .

3:16 Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.”

inilah hukuman kepada Hawa, dan ini merupakan nubuatan sampai saat ini.

3:17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:

Ini pun tiap hari kita alami, makanya tidak ada kesangsian kita sebenarnya bahwa apa yang dikatakan Allah akan di genapi-Nya pada hari-Nya.

3:18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; 3:19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.” Ini pun tidak bisa tidak tiap hari kita alami. Karena dia berasal dari debu tanah maka akan kembali lagi menajdi debu tanah. “karena engkau makan buah pohon maka engkau akan mati”dana pa yang dikatakan Allah belum di tariknya sampai hari ini, kecuali nanti kalua Yesus sudah datang kedua kali, kita tidak perlu lagi mengalami kematian tetapi tubuh kita di ubah menjadi baru.

3:20 Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.

3:21 Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka. Inilah cikal bakal keselamatan. Ada dua cikal bakal keselamatan disini yaitu ayat 15, ini menubuatkan tentang kematian Yesus di kayu salib dan meremukkan kepala ular itu dengan kematiann-Nya di kayu salib, dengan kematian-Nya menyelamatkan orang sudah percaya. Itulah sebabnya Yesus harus lahir dari keturunan seorang perempuan, karena ini sudah I nubuatkan dalam kejadian 3:15.

Tetapi ayat 21 dikatakan semua keselamatan Allah yang dapat memakaikannya kepada kita, Allah yang membuat-Nya jalan keselamatan itu. Itulah Mesias.

Keselamatan Adam dan Hawa di ingatnya ayat 15, maka mata mereka tertuju kapankah keturunan perempuan ini akan memijak kepala ular ini supaya terjadi keselamatan. Kapankah Allah akan memakaikan kulit yang asli dari Allah, yaitu anak-Nya sendiri supaya aku berpakaian kembali, dan tidak ada lagi kekuranganku di hadapan Dia.

Apa yang di buat Adam dan Hawa itu tidak di terima oleh Allah. Maka soteriology harus menggenapkan ayat 15 dan harus di genapkan apa yang dibuat oleh Allah.

Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

Dalam Kis 4:12 dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia. Sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat di selamatkan.

Apa yang dikatakan Allah di taman Eden sudah di genapi-Nya.

Adam dan Hawa ada imannya ketika meninggalkan taman Eden, itulah sebabnya anaknya kain dan habel di ajarnya mentaati Allah.

Si Habel manaati apa yang dikatakan orang tuanya tetapi si kain tidak, dan akhirnya dia di tolak dan persembahan habel di terima. Maka persembahan kita di hadapan Allah itulah satu satunya Anak domba Allah yang di persembahkan untuk pengampunan dosa kita dan ini di genapi di dalam  PB.